Calon independen, Kekuatan yang patut diperhitungkan dalam PILKADA
Ditulis oleh iwansuri di/pada September 2, 2008
Kemenangan RAHMAN (Rahmat Yasin-Karyawan Fathurahman) dalam PILKADA Kabupaten Bogor yang digelar tanggal 24 Agustus 2008 masih menyisakan segudang pertanyaan dan harapan. Walaupun kemenangan itu harus dibayar mahal dengan dana kampanye yang luar biasa dan kemungkinan harus digelar PILKADA babak kedua antara urutan pertama RAHMAN yang diusung koalisi PPP dan PDIP, serta Nu SAE (Nungki-Endang Kosasih) diurutan kedua yang diusung GOLKAR.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat dari hasil PILKADA kemarin adalah kenapa posisi calon yang diusung oleh PKS SAE (Sunmanjaya-Ace Supeli) berada di posisi nomor buncit. Baru kali ini dalam sejarah PILKADA calon yang diusung PKS menempati posisi juru kunci. Kemana mesin politik PKS yang pada waktu PILGUB Jabar bertarung habis-habisan. Apakah kader PKS sudah kehabisan napas. Barangkali komentar beberapa tokoh politik lokal maupun nasional yang mengatakan bahwa mesin politik PKS tak kenal lelah dan selalu terisi bahan bakar semangat spiritual belum 100% tepat. Ada beberapa faktor kekalahan kader PKS yaitu kekurangan vitamin D (dana). Selain faktor kelelahan setelah bertarung digdaya dalam PILGUB Jabar. Disamping faktor geografis wilayah yang sangat luas (Kabupaten Bogor adalah wilayah terluas di Jawa Barat) dan faktor demografis masyarakat Kabupaten Bogor yang masih patrilinealistik atau sangat kuat dalam mengikuti tokoh lokal. Dukungan logistik yang cukup minim sangat berpengaruh terhadap kinerja kader-kader PKS di lapangan. Sedangkan calon lain banyak memanfaatkan sisi yang menjadi kelemahan dari calon yang diusung oleh PKS.
Calon lain DJURUS (Iyus Djuher-Rusdi Saleh) yang menjadi kuda hitam yang diusung partai-nya SBY, Partai Demokrat pun ikut babak belur, tidak berdaya dalam pertarungan yang banyak menyita logistik cukup besar.
Yang menjadi catatan penting dari PILKADA Kabupaten Bogor adalah munculnya calon alternatif yaitu calon independen (H.Maman Daning) yang melewati duo partai the rising star (PKS & Demokrat). Dengan dukungan logistik yang cukup besar calon yang juga pengusaha tersebut menerobos kantong-kantong masa partai politik. Ini sebuah peringatan bagi partai politik untuk tidak meremehkan kekuatan calon independen baik dalam PILKADA maupun PILPRES 2009. Kepopuleran dan daya dukung logistik yang besar akan menjadi ancaman bagi calon-calon yang didukung oleh partai politik.