Media Madani

Membentuk opini generasi madani

PKS, Metamorfosis Masyumi Masa Kini

Ditulis oleh iwansuri di/pada Agustus 31, 2008

Tak dapat dipungkiri, baik oleh orang awam maupun para pengamat politik, bahwa PKS (Partai Keadilan Sejahtera) adalah satu-satunya partai yang tumbuh dengan cepat tanpa diawali oleh figuritas atau tokoh-tokoh populis. Justru PKS mengembangkan dan menumbuhkan sendiri figur-figur nasional alternatif. Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan Anis Matta sekarang sudah menjadi ikon baru figur-figur nasional alternatif. Disamping sebelumnya sudah lebih dulu tampil ke pentas politik nasional adalah Nurmahmudi Ismail yang sekarang ditugaskan oleh partai dan mendapat amanah masyarakat untuk memimpin Kota Depok.

PKS sebagai partai berbasis kader tumbuh dengan cepat, terutama di kota-kota besar dan kota-kota yang memiliki basis kampus. Walaupun dihadang oleh beberapa black campaign laju kemenangan PKS dalam beberapa PILKADA baik tingkat provinsi maupun tingkat kota/kabupaten tak dapat dibendung. Kemenangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusup) di Jawa Barat, SYAMPURNO di Sumatra Utara atau bahkan gubernur termuda Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Madjdi – Badrul Munir di Nusa Tenggara Barat (walaupun yang terakhir ini dihadang dengan gugatan calon gubernur yang kalah kepada KPUD Provinsi NTB) adalah salah satu bukti kepiawaian kader-kader PKS dalam melihat kondisi perpolitikan di daerah. Mereka begitu selektif dalam memilih calon pemimpin daerah. Calon gubernur, walikota atau bupati yang mereka usung harus melalui seleksi yang sangat ketat. Ada kebanggaan tersendiri bagi calon gubernur/walikota/bupati terpilih untuk diusung oleh PKS, walaupun hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan.

Kesolidan kader-kader PKS cukup membuat partai lain memperhitungkan dalam PILKADA maupun PEMILU 2009. Bila para pimpinan beberapa partai politik masih sibuk dengan masalah internal partai, PKS sudah dari sejak awal mempersiapkan pertarungan di PEMILU 2009. Bahkan mereka sudah memasang target 20% suara di PEMILU 2009. Target itu bagi mereka bila dihitung dengan pertumbuhan dan perkembangan kader dan simpatisan adalah target minimal. Bila target itu terealisasi bisa menjadikan peta politik nasional berubah drastis. Saat ini hanya dengan 45 orang saja perwakilan mereka di DPR sudah merepotkan partai-partai besar. Apalagi kalau jumlah kader PKS ada 100 orang, pasti semakin menciutkan nyali partai-partai orde baru dan sekocinya.

Kepragmatisan PKS dalam berpolitik juga sangat terbantu dengan keterlibatan kader-kader PKS dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat. Banyak lembaga-lembaga amal mereka yang sudah diakui eksistensinya di tingkat nasional. Pendirian sekolah-sekolah islam terpadu, lembaga-lembaga zakat merupakan lahan subur aplikasi peran kader-kader PKS.

Harus diakui bahwa sebenarnya yang menjadi metamorfosis partai Masyumi saat ini adalah PKS, partai yang mengusung nilai-nilai dakwah dalam perannya di masyarakat. Semoga Allah meridhoi kemenangan kader-kader dakwah. Allah Akbar !

Tinggalkan Balasan

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.