Media Madani

Membentuk opini generasi madani

Hindari Tunggakan Listrik dengan Berhemat Pemakaiannya

Ditulis oleh iwansuri di/pada Juli 1, 2008

Gelap gulita ? kata yang menakutkan bagi masyarakat. Apalagi sekarang jaman sudah semakin instan. Tidak ada tempat yang tidak bisa dikunjungi oleh energi listrik, termasuk daerah terpencil sekalipun. Hampir setiap rumah tangga di Indonesia sudah menggunakan energi listrik. Mulai dari alat penerang, lemari es, mesin setrika, mesin cuci, radio, televisi, dan komputer. Semua sangat tergantung kepada energi listrik. Lalu bagaimana bila energi listrik tidak ada alias padam? Kita sebagai pengguna pasti kelabakan. Dahulu kebutuhan listrik hanya untuk alat penerang, radio dan televisi. Tapi sekarang ? Kebutuhan energi listrik setiap rumah tangga yang dulunya rata-rata hanya 450W sekarang sudah 900Watt. Oleh karena itu PLN (Perusahaan Listrik Negara) sebagai satu-satunya perusahaan energi listrik yang memonopoli kebutuhan listrik masyarakat, sangat berkepentingan agar energi ini tersalurkan dengan lancar kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber bahwa saat ini PLN tengah mengalami kesulitan keuangan terkait dengan beban listrik yang semakin meningkat dan tunggakan pembayaran dari masyarakat yang semakin membesar. Maraknya tunggakan pembayaran dari masyarakat dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah beban ekonomi yang semakin berat karena kenaikan harga BBM. Selain itu awal masuk sekolah juga menjadi faktor pendorong berikutnya. Selain ada juga karena musin paceklik, faktor kebutuhan yang meningkat menjelang hari raya dan faktor-faktor lainnya. Untuk itu diperlukan kearifan dari kedua belah pihak. Masyarakat sebagai pengguna melaksanakan kewajibannya yaitu membayar sesuai dengan besaran dan waktu yang ditentukan, PLN juga sebagai penyedia layanan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Faktor penghambat kelancaran pelayanan PLN, selain dari internal PLN sendiri yakni birokrasi dan masih banyaknya calo dalam pemasangan listrik baru. Sedangkan faktor penghambat dari masyarakat sebagai pelanggan adalah belum disiplinnya dalam membayar listrik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Berbagai upaya tengah dilakukan saat ini untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya dengan penghematan dari masyarakat sebagai pelanggan. Bahkan sudah sejak lama PLN mengkampanyekan penghematan pada jam-jam sibuk yaitu pada jam 17 sore sampai dengan 22 malam. Saat ini dikarenakan semakin beratnya beban energi listrik, maka untuk mempertahan eksistensi PLN, dilakukan pemadaman bergilir. Alhasil semuanya akan dikembalikan kepada masyarakat sebagai konsumen. Apakah ingin tetap mendapatkan pelayanan listrik dari PLN atau terpaksa dihentikan pasokan listriknya gara-gara keterlambatan dalam pembayaran listrik. Untuk itu sebagai antisipasi dari pemadaman, sebaiknya kita sebagai konsumen harus mulai berhemat dan mengurangi penggunaan energi listrik.

Tinggalkan Balasan

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.